Blitar Kota - Pemerintah Kota Blitar berencana untuk memberikan insentif bagi tenaga medis penangan Covid-19. Hal ini dibenarkan Widodo Saptono Johannes, Kepala BPKAD Kota Blitar saat dikonfirmasi, Kamis (11/06/2020).

Widodo menegaskan, tenaga medis merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 sehingga berhak menerima apresiasi lebih dari pemerintah kota. Meski tidak bisa merinci besarannya, namun Widodo menyebut Pemerintah Kota Blitar telah menyediakan anggaran untuk insentif tenaga medis. Namun, realisasi rencana ini harus dikoordinasikan atau dikonfirmasi dulu dengan pemerintah pusat, agar tidak terjadi duplikasi pemberian atau penganggarannya. Besaran anggaran nantinya disesuaikan dengan standar dan kemampuan anggaran yang ada di Pemerintah Kota Blitar. Menurut Widodo, saat ini RSUD Mardi Waluyo dan Dinas Kesehatan tengah melakukan verifikasi jumlah tenaga medis yang ikut terlibat langsung dalam penanganan Covid-19. Sekaligus menentukan kriteria penerima insentif sesuai dengan ketentuan Permenkes dan peraturan menteri Keuangan RI.

“Kami sudah mengambil langkah tapi ada beberapa hal yang harus kami koordinasikan dengan pusat,” kata Widodo.

Selain tenaga medis, Pemerintah Kota Blitar juga memberikan anggaran untuk para relawan Covid-19. Besaran insentif tergantung dengan tingkat keahlian dan fungsinya dalam menangani Covid-19.

“Ada yang relawan bersifat biasa, ada juga yang relawan yang merupakan tenaga ahli untuk merawat pasien Covid-19. Besaran insentif untuk relawan paling rendah sekitar Rp. 2 juta perbulan,” kata Widodo

Sebelumnya, Drs. H Santoso M.Pd, Wali Kota Blitar juga menegaskan akan memberikan tambahan insentif bagi tenaga medis, yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. Pihaknya meminta agar tenaga medis tetap kuat dan kompak, dalam melayani masyarakat dan menghadapi pandemic Covid-19.

“Itu menjadi salah satu perhatian kami. Akan kami bahas dan semoga tenaga medis tetap semangat dan kuat,” pungkas Santoso. (Kir)

Post format
standard